160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
930 x 180 AD PLACEMENT

Prabowo di APEC 2025: AI Atasi Kemiskinan & Wujudkan Swasembada Pangan

750 x 100 AD PLACEMENT

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan: Kunci Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto Bicara di APEC Economic Leaders’ Meeting

Pada tanggal 1 November 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Pidato ini diutarakan dalam sesi ke-2 APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea.

Menghadapi Era Teknologi Tinggi dan Tantangan Demografi

Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia tengah memasuki era baru yang ditandai dengan kemajuan pesat dalam teknologi tinggi, terutama kecerdasan buatan. Tantangan demografi yang dihadapi juga menjadi perhatian utama. “Seperti yang kita ketahui, kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Kita juga memahami bahwa kita harus menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi,” ujar Presiden Prabowo.

Komitmen Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan dan Kelaparan

Dalam konteks nasional, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan dengan cepat dan terukur, menilai kedua masalah tersebut sebagai tugas paling mendesak dalam pembangunan Indonesia. “Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini,” tegasnya.

Penerapan AI dalam Sektor Pertanian untuk Swasembada Pangan

Presiden Prabowo menggambarkan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan di sektor pertanian. Dengan teknologi modern, produktivitas pangan nasional telah meningkat, memungkinkan Indonesia untuk mencapai swasembada beras dan jagung. “Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern,” jelas Presiden.

750 x 100 AD PLACEMENT

Mengatasi Kejahatan Lintas Batas Melalui Kerja Sama Internasional

Selain fokus pada ketahanan pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional untuk menekan kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan ekonomi nasional. “Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” ungkapnya.

Pendidikan dan Keterampilan Digital: Prioritas Pemerintah Indonesia

Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintahan saat ini berkomitmen untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat. “Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan,” ujar beliau.

Menegaskan Pentingnya Kolaborasi di Kawasan Asia Pasifik

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci kemajuan bangsa. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat di kawasan Asia Pasifik. “Saya yakin inilah arah yang harus kita tempuh ke depan. Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita dan saya yakin bahwa melalui kerja sama di dalam APEC, kita dapat mencapai tujuan ini,” pungkas Presiden Prabowo.

Artikel di atas menguraikan pidato Presiden Prabowo Subianto pada pertemuan APEC mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan kerjasama internasional untuk mengatasi kejahatan lintas batas.

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !