160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
930 x 180 AD PLACEMENT

Pemerintah Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru

750 x 100 AD PLACEMENT

Penetapan Sepuluh Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Hari Pahlawan 2025

Pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan pers setelah upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Senin (10/11/2025).

Daftar Nama Pahlawan Nasional

Presiden Prabowo telah memilih 10 tokoh dari berbagai latar belakang yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Berikut adalah nama-nama tersebut:

  1. Bapak Abdurrahman Wahid
  2. Bapak Jenderal H.M. Soeharto
  3. Ibu Marsinah
  4. Bapak Mochtar Kusumaatmadja
  5. Sayyiduna Kholil Bangkalan
  6. Sultan ke-16 Dompu
  7. Sultan Tidore ke-37
  8. Tuan Saragih
  9. Rahmah El Yunusiyyah
  10. Bapak Sarwo Edhie

Proses Pengusulan Pahlawan

Fadli Zon menjelaskan bahwa proses pengusulan nama-nama pahlawan dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari usulan masyarakat di tingkat kabupaten dan kota, dilanjutkan dengan kajian oleh tim peneliti dan pengkaji gelar daerah, sebelum akhirnya diajukan ke tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

Seleksi dan Pemilihan Tokoh

Total terdapat 49 nama yang diusulkan, dengan 40 nama baru dan 9 nama adalah carry over dari usulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Dewan Gelar telah menyeleksi 24 nama sebagai prioritas, dan Presiden memilih 10 nama pahlawan untuk tahun ini. Fadli Zon menegaskan bahwa semua tokoh yang terpilih telah memenuhi syarat dan kriteria sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pentingnya Keteladanan Pahlawan Nasional

Fadli berharap bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh para pahlawan nasional dapat menjadi inspirasi dan semangat bagi generasi penerus bangsa. Jasa-jasa mereka jelas dan konkret, serta telah melalui proses seleksi yang panjang dan terperinci.

Kontroversi dan Klarifikasi Penghargaan Terhadap Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto

Menanggapi penetapan Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto sebagai salah satu penerima gelar, Fadli Zon menjelaskan keputusan tersebut didasarkan pada fakta sejarah perjuangannya di berbagai bidang. Termasuk partisipasi dalam serangan umum 1 Maret, pertempuran di Ambarawa, lima hari di Semarang, hingga kontribusinya dalam pembangunan nasional.

Pandangan Sejarah yang Objektif

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menekankan pentingnya bangsa Indonesia untuk memandang sejarah dengan objektif. Ia menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional adalah bentuk penghormatan kepada para tokoh bangsa atas jasa dan perjuangan mereka.

Mengajak Masyarakat Meneladani Nilai-Nilai Pahlawan

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan memandang sejarah bangsa dengan bijak. Ia mendorong masyarakat untuk melihat jasa-jasa baik dari pendahulu, menyadari bahwa setiap generasi memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dengan penetapan sepuluh Pahlawan Nasional ini, diharapkan inspirasi dan keteladanan yang ditinggalkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menghargai dan menghormati jasa para tokoh yang telah berjuang demi bangsa dan negara.

750 x 100 AD PLACEMENT
Berita Lainnya
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !